Radikalisme-adalah-sejarah-sifat-faktor-metode-dan-contoh

Radikalisme adalah: sejarah, sifat, faktor, metode dan contoh

Definisi radikalisme
Buka baca cepat

Radikalisme adalah pendapat atau pandangan yang membutuhkan transformasi dan perbaikan tatanan sosial dan politik melalui kekejaman. Dalam istilah linguistik, radikalisme berasal dari kata latin radix yang artinya benih atau inti. Hakikat radikalisme adalah perilaku jiwa dalam melakukan perbaikan. Ketentuan reformasi rasial yang meyakini ideologi radikalisme adalah reformasi radikal yang bertolak belakang dengan tatanan yang ada. Terkadang mereka menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan ini. Ideologi ini terkadang dikaitkan dengan terorisme karena mereka berusaha keras untuk mengalahkan musuh-musuh mereka. Selain itu, radikalisme terkadang dikaitkan dengan tindakan yang sangat sederhana dalam agama tertentu.
Sejarah radikalisme

Radikalisme-adalah-sejarah-sifat-faktor-metode-dan-contoh

Munculnya isu politik terkait radikalisme Islam merupakan tantangan baru bagi umat Islam.

Subjek radikalisme Islam telah lama muncul dalam wacana internasional. Radikalisme Islam sebagai fenomena sejarah-sosiologis merupakan masalah yang banyak diperdebatkan dalam wacana politik dan peradaban global akibat kekuatan media yang berpotensi besar melahirkan persepsi masyarakat dunia6. Ada banyak istilah yang digunakan oleh orang Eropa Barat dan Amerika Serikat untuk menyebut gerakan Islam radikal, mulai dari istilah kelompok garis keras, ekstremis, militan, Islam sayap kanan, fundamentalisme hingga terorisme. Bahkan di negara-negara barat setelah runtuhnya ideologi komunisme (setelah Perang Dingin), Islam melihat pergerakan peradaban yang menakutkan. Tidak ada lagi gejolak politik yang perlu ditakuti selain kebangkitan gerakan Islam, yang mereka sebut radikalisme Islam. Tuduhan dan propaganda Barat tentang Islam sebagai agama yang mendukung gerakan radikalisme telah menjadi retorika internasional.

Label radikalisme gerakan Islam yang menentang Barat dan sekutunya sengaja digunakan sebagai kepentingan politik.

Gerakan perlawanan Palestina, revolusi Islam Iran, partai FIS Al-Jazair, perilaku anti-AS dari Mu’ammar Ghadafi atau Saddam Hussein, gerakan Islam di Mindanao Selatan, gerakan komunitas Muslim anti-AS-Sudan, tersebar luas solidaritas antara Muslim Indonesia dengan saudara-saudaranya, saudara yang tertindas, dll adalah fenomena yang digunakan oleh media Barat untuk melawan radikalisme Islam. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kelompok Islam tertentu sepanjang sejarahnya yang telah menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik atau mempertahankan pemahaman agamanya secara kaku, bahasa peradaban global sering disebut dengan istilah Islam radikal. Menurut Ahmad Bagja, Ketua Pelaksana Nahdatul Ulama (PBNU), radikalisme muncul karena ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Kondisi ini bisa disebabkan oleh negara atau kelompok lain yang memiliki pandangan dan kepercayaan yang berbeda. Mereka yang merasa diperlakukan tidak adil melakukan perlawanan.

Seringkali, radikalisme menjadi pilihan bagi sebagian umat Islam untuk merespon suatu keadaan. Bagi mereka, radikalisme adalah pilihan untuk menyelesaikan masalah. Namun, beberapa kalangan lain menolak radikalisme dalam beberapa bentuk. Karena mereka percaya bahwa radikalisme tidak menyelesaikan apapun. Bahkan akan ada masalah lain yang akan berdampak jangka panjang. Lebih jauh, radikalisme justru akan mewarnai citra Islam sebagai agama yang intoleran dan penuh kekerasan. Sarjana Muslim Nazaruddin Umar mengatakan bahwa tidak ada radikalisme dalam sejarah Islam. Karena Islam belum menggunakan radikalisme untuk berinteraksi dengan dunia lain. “Sepanjang sejarahnya, Nabi selalu mengajari umatnya untuk bersikap lembut,” ucapnya. Artinya, jelas Nazaruddin, penyebaran ajaran Islam melalui Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan cara yang santun dan lembut. Nabi mengajarkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain meskipun mereka berbeda keyakinan. Nazaruddin menambahkan bahwa ajaran Islam yang masuk ke Indonesia juga dibawa dengan cara yang sangat damai. Bahkan penyebaran Islam di negara lain. Ini sangat berbeda dengan negara lain, terutama imperialis.
Baca lebih lanjut: Memahami Reseller

Pahami radikalisme menurut para ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian radikalisme menurut para ahli yaitu:
1. Menurut Wikipedia

Adalah pemahaman yang dibentuk oleh sekelompok orang yaitu

 

Lihat Juga :

https://laelitm.com/gb-whatsapp/
https://inibiodata.com/gb-whatsapp/
https://4winmobile.com/gb-whatsapp/
https://ekosistem.co.id/gb-whatsapp-pro-apk/
https://laelitm.com/video-bokeh-museum/
https://inibiodata.com/video-bokeh-museum/
https://ekosistem.co.id/video-bokeh-museum/
https://4winmobile.com/video-bokeh-museum/
https://bpm.uai.ac.id/gb-whatsapp/
http://pgpaud.fip.unp.ac.id/gb-whatsapp-pro-2021/