integrasi-sosial

Pengertian Integrasi Sosial, Syarat, Bentuk, Faktor Pendorong

Definisi Integrasi Sosial

integrasi-sosial

Integrasi sosial ini merupakan proses penyesuaian berbagai elemen dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur berbeda ini mungkin atau mungkin termasuk perbedaan etnis, ras, adat istiadat, agama, sistem nilai, posisi sosial, bahasa dan norma.

Definisi Integrasi Sosial

Di bawah ini pemahaman tentang integrasi sosial menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut.

Abu Ahmadi

Integrasi Sosial adalah integrasi yang terjalin kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat individu, kemudian keluarga, lembaga, serta masyarakat sehingga menghasilkan kesepakatan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

Michael Banton

Integrasi sosial ini merupakan pola dalam hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat tetapi tidak memberikan fungsi yang penting dalam perbedaan ras tersebut.

Penganut pendekatan konflik

Masyarakat yang terintegrasi berdasarkan paksaan dari suatu kelompok atau unit sosial yang dominan terhadap kelompok atau unit sosial lain.

Penganut fungsionalisme struktural

Sistem sosial selalu terintegrasi pada 2 landasan, yaitu konsensus tentang nilai-nilai fundamental serta afiliasi lintas sektor (keanggotaan ganda dan satu kesatuan sosial).

Kun Maryati dan Juju Suryawati (2014: 140)

Integrasi sosial ini merupakan proses penyesuaian berbagai elemen dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang tidak setara tersebut dapat berupa perbedaan ras, suku, kedudukan sosial, bahasa, adat istiadat, agama, sistem nilai, dan norma.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Integrasi ini adalah pencampuran sesuatu yang pasti hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan utuh.

Ketentuan Integrasi Sosial

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof, syarat-syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut:

  • Anggota masyarakat merasa berhasil memenuhi kebutuhan satu sama lain.
  • Masyarakat juga berhasil menciptakan kesepakatan (musyawarah) bersama tentang norma dan nilai sosial yang dilestarikan untuk kemudian dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut suatu budaya.
  • Norma dan nilai sosial ini bertahan cukup lama, tidak mudah berubah, dan juga konsisten diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Faktor Integrasi Sosial

Faktor-faktor integrasi sosial bisa terjadi cepat atau lambat. Di bawah ini adalah faktor-faktor berikut:

  • Homogenitas kelompok
  • Ukuran grup
  • Mobilitas geografis
  • Efektivitas komunikasi

Di bawah ini adalah beberapa faktor yang melingkupi integrasi sosial, baik itu faktor pendorong, faktor penghambat, internal maupun eksternal. penjelasannya sebagai berikut:

Faktor Pendorong

  • Toleransi tentang perbedaan.
  • Peluang seimbang di bidang ekonomi.
  • Tunjukkan rasa saling menghormati satu sama lain.
  • Sikap terbuka kelas penguasa dalam masyarakat.
  • Ada kesamaan dalam unsur budaya.
  • Adanya perkawinan campuran (amalgamation).
  • Ada musuh bersama yang datang dari luar.

Faktor penghambat

Kondisi komunitas yang terisolir.
Masyarakat kunang-kunang memiliki pengetahuan.
Ada perasaan superioritas di salah satu kelompok.
Kurangnya toleransi untuk kelompok yang berbeda.
Tidak ada pahala dalam perbedaan.
Ada rasa ketidakpuasan dengan ketimpangan sosial dan ketimpangan pembangunan.
Kurangnya rasa kesadaran diri pada setiap individu dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Faktor internal

Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
Semangat dan semangat gotong royong
Kebutuhan tuntutan

Faktor eksternal

  • Tuntutan zaman
  • Membuka kesempatan untuk berpartisipasi dalam hidup bersama
  • Ada konsensus nilai
  • Kesamaan budaya
  • Sikap toleransi
  • Visi, misi, dan tujuan yang sama
  • Ada tantangan dari luar

Pendapat Munurut dari Prof. Dr. Ramlan Surbakti, ada 9 faktor yang dapat atau dapat mempengaruhi kelompok masyarakat untuk mengalami integrasi dalam masyarakat umum. 9 faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Primodial

Kesamaan identitas masyarakat dapat atau dapat dibentuk karena ikatan kekerabatan, keaslian daerah, ras, kesamaan suku, tempat tinggal, bahasa dan juga adat istiadat.

2. Suci

Makna sakral dalam konsep ini adalah adanya ikatan agama yang kemudian diyakini, yaitu sebagai sesuatu yang berkaitan dengan kebenaran mutlak karena diyakini sebagai wahyu ketuhanan. Keyakinan suci masyarakat diwujudkan dalam agama dan kepercayaan pada hal-hal supranatural.

3. Karakter

Integrasi dapat tercipta jika ada satu atau lebih pemimpin dalam masyarakat yang dihormati dan juga dihormati karena kepemimpinannya yang karismatik.

4. Persatuan dalam keberagaman

Bhinneka Tunggal Ika dipandang sebagai pemersatu bangsa yang majemuk dalam mencapai keutuhan suatu bangsa. Dalam konsep ini, bangsa dalam suatu negara biasanya terdiri atas kelompok-kelompok berdasarkan agama, ras, suku, dan juga antar kelompok, terbagi menjadi suatu kelompok yang tidak saling melengkapi tetapi lebih kompetitif.

5. Pembangunan ekonomi

Perkembangan ekonomi ini menimbulkan pembagian kerja dan peminatan tenaga kerja yang menunjang kelangsungan hidup salah satu fungsi sistem ekonomi yaitu produksi barang dan jasa.

6. Homogenitas kelompok

Pluralisme sosial selalu mengisi setiap lini kehidupan sosial, hanya saja setiap kehidupan sosial memiliki intensitas yang berbeda-beda (level tinggi dan rendah). Integrasi antara kemajemukan sosial dicapai ketika unsur-unsur pembentuk struktur sosial siap berusaha membangun integritas sosial dengan mengedepankan kesadaran agar mampu mereduksi intensitas perbedaan pada masing-masing unsur sosial tersebut agar mampu.

7. Besarnya kelompok

Ketika kehidupan sosial relatif kecil, mudah untuk mencapai integrasi sosial dibandingkan dengan kelompok dengan intensitas perbedaan yang lebih besar.

8. Mobilitas sosial-geografis

Mobilitas sosial berarti memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain dengan semua tujuan latar belakang yang memungkinkan. Secara umum mobilitas sosial di Indonesia didominasi oleh tingkat urbanisasi yang tinggi, yaitu perpindahan penduduk dari perdesaan ke perkotaan.

9. Efektivitas dan efisiensi komunikasi

Kecepatan lambatnya integrasi sosial kemudian sangat dipengaruhi oleh efektivitas dan efisiensi komunikasi sosial, karena komunikasi ini merupakan salah satu prasyarat untuk berinteraksi, sedangkan interaksi itu sendiri merupakan prasyarat terjadinya integrasi atau konflik sosial.

Bentuk integrasi sosial

Di bawah ini adalah bentuk-bentuk integrasi sosial, diantaranya sebagai berikut:

Integrasi normatif

Integrasi normatif ini dapat atau dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang dihasilkan dari norma-norma yang ada dalam masyarakat.

Integrasi fungsional

Integrasi fungsional ini muncul karena adanya fungsi tertentu dalam masyarakat. Dengan mengutamakan fungsi masing-masing pihak dalam suatu masyarakat.

Integrasi paksa

Integrasi paksa ini dibentuk berdasarkan kekuatan yang dikendalikan oleh penguasa. Dalam hal ini, aparat kemudian menggunakan cara-cara koersif (kekerasan).

Proses integrasi sosial

Proses integrasi ini dapat atau dapat dilihat melalui proses-proses berikut:

Proses interaksi

Proses interaksi ini merupakan proses paling awal dalam membangun kolaborasi yang bercirikan kecenderungan positif yang kemudian dapat atau mungkin menghasilkan kegiatan bersama.

Proses identifikasi

Proses interaksi ini dapat atau dapat dilanjutkan menjadi proses identifikasi di mana masing-masing pihak dapat menerima dan memahami secara penuh keberadaan pihak lainnya. Pada dasarnya proses identifikasi ini merupakan proses untuk memahami hakikat dan keberadaan orang lain.

Kerja sama

Menurut Charles H. Cooley, kerjasama apa yang bisa muncul ketika orang tersebut menyadari bahwa mereka memiliki minat dan tujuan yang sama dan pada saat yang sama memiliki pengetahuan dan pengendalian diri yang cukup untuk memenuhi kepentingan dan tujuan tersebut melalui kerjasama dan kesadaran akan adanya kesamaan. kepentingan dan tujuan serta Keberadaan organisasi ini merupakan fakta penting dalam suatu kerjasama yang bermanfaat.

Proses akomodasi

Shelter ini merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan konflik tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan kehilangan kepribadiannya

Proses asimilasi

Asimilasi ini merupakan proses sosial pada tingkat kelanjutan, ditandai dengan upaya untuk mengurangi perbedaan antara orang atau individu atau kelompok orang, dan juga mencakup upaya untuk memajukan kesatuan tindakan, sikap dan proses mental melalui perhatian dan penekanan pada peningkatan kepentingan bersama. dan tujuan.

Proses integrasi

Proses integrasi ini merupakan proses penyesuaian antar elemen masyarakat yang berbeda sehingga membentuk suatu fungsi yang harmonis dalam kehidupan. Dalam integrasi sosial terdapat kesamaan pola pikir, langkah, tujuan dan orientasi serta keserasian fungsi dalam kehidupan. Keberadaannya bisa atau bisa menciptakan tatanan sosial di masyarakat.

Persyaratan budaya asing harus dapat diterima dengan mudah

  • 1. Tidak ada batasan geografis seperti B. daerah yang sulit dijangkau
  • 2. Budaya yang akan datang tentunya harus menawarkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan budaya lama.
  • 3. Ada kemiripan dengan unsur-unsur dari budaya kuno
  • 4. Kemauan pengetahuan dan keterampilan tertentu
  • 5. Budaya adalah materi

Penggerak integrasi sosial

  • Toleransi terhadap kelompok manusia dengan budaya yang berbeda
  • Kesempatan yang sama di bidang ekonomi untuk semua jenis orang dengan latar belakang budaya yang berbeda
  • Saling menghormati dan menghormati orang lain dengan budayanya
  • Sikap terbuka kelas penguasa dalam masyarakat
  • Persamaan dalam unsur budaya
    penggabungan
  • Adanya musuh bersama dari luar sehingga mungkin atau kelak memperkuat persatuan komunitas atau kelompok yang menghadapi ancaman dari musuh.

Contoh integrasi sosial

Di bawah ini adalah contoh inklusi sosial dalam masyarakat Indonesia, baik itu di sekolah, dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan dalam suatu kelompok, antara lain:

  • Jangan memprioritaskan ego dan kepentingan Anda sendiri
  • Jadilah tenaga surya
  • Bermainlah dengan teman-temanmu.
  • Mengisi kemandirian dengan aktivitas positif
  • Sapa dan tersenyumlah orang yang Anda kenal
  • menyembah
  • saling membantu
  • Ikuti upacara bendera dengan bijaksana
  • Mengembangkan moral dan kepribadian setiap orang
  • Melestarikan budaya bangsa dengan mengikuti setiap pertunjukan
  • Berperan aktif dalam melakukan aktivitas atau aktivitas siskamling
  • Berpartisipasi dalam semua kegiatan di dalam dan di luar sekolah
  • Diamankan
  • Akulturasi budaya Jawa, Islam dan Hindu
  • Bekerja sama
  • Bukan pergaulan buruk seperti narkoba
  • Ajarkan nilai-nilai luhur bangsa dan negara
  • Jangan memaksakan keinginan Anda pada orang lain
  • Bertemu orang-orang
  • Menjaga dan memelihara lingkungan juga
  • Diskusi atau kerja kelompok
  • Kebutuhan harus dan tidak boleh menjadi yang utama
  • Partisipasi dalam kegiatan / kompetisi di sekolah dan juga di masyarakat
  • Tidak ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme)
  • Menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara seperti pejabat negara dll.

Demikian penjelasan mengenai konsep integritas sosial, faktor-faktor, bentuk, istilah dan contoh, semoga apa yang sedang dijelaskan dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih

Sumber :