Fiil-Tsulatsi-Mujarrod-Wazan-dan-Mauzun

Fiil Tsulatsi Mujarrod Wazan dan Mauzun

Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab 1 (Umum) – Pada kesempatan kali ini, Dutadakwah akan membahas Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab 1 Umum. Pembahasan kali ini adalah tentang contoh-contoh biasa Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab 1, sesuai dengan hikmah Tasripan yang dipetik secara singkat dan spesifik di Pondok Pesantren Salafiyah. Lihat ulasan di bawah untuk informasi lebih lanjut.

Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab 1 (Umum)

Tempat tinggal ثلاثي مجرد باب أول يڠ لازم

Tersedia dalam satu paket

 

Fiil-Tsulatsi-Mujarrod-Wazan-dan-Mauzun

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Perbedaan antara muta’ad dan biasa adalah pada tashrif biasa tidak ada alatnya, sedangkan di dalam muta’ad tasrif terdapat kata alat, misalnya pada tasrif tsulatsi mujarrod bab pertama ada kaliamat:

Inilah yang dimaksud dengan istilah alat yang memiliki arti (alat bantu), sedangkan dalam tasrif biasa tidak ada kalimat: Untuk melihat perbedaan antara pasal satu dan pasal dua dalam tsulatsi mujarrod, kita harus mengacu pada ‘ ain fi’il, bukan kalimatnya. Perhatikan Harokat ‘ain fi’il bab satu tsulatsi mujarrod muta’ad baik atau yang sering di wazan fi’il berikut ini:

Ciri-ciri Mujrrod Tsulatsi di bab awal

Harokat ‘ain dalam fi’il madi adalah fathah (baris di atas), sedangkan harokat’ ain dalam fi’il mudhori ‘adalah dhommah (baris pertama), ada juga perbedaan isim masdar tauqid, sekarang kita menimbangnya dengan Mauzun seperti contoh di bawah ini:

Contoh Wazan dan Mauzun Bab Awal Tsulatsi Mujarod Muta’ad

Wazan dan Mauzun Tsulatsi Mujarrod di awal bab Muta’ad:

Perhatikan Lafadz: setelah huruf ‘ain’ ada huruf bertabur lurus dengan huruf ‘ain’ di huruf Lafadz shod, itulah yang dimaksud dengan istilah ‘ain fi’il di Madhi fi’il, dan perhatikan keluar untuk itu juga Kalimat fi’il mudhori ‘lafadz: Setelah surat nun ada juga huruf shod, langsung dengan huruf’ ain in lafadz: Huruf shod itu maksudnya istilah ‘ain fi’il in fi’ il mudhori ‘.

Ciri-ciri Tsulatsi Mujarrod bab satu adalah: Dikategorikan sebagai “ain fi’il in fi’il madhi” dan diberitakan sebagai “ain fi’ilnya dalam fi’il mudhori”.

Contoh Wazan dan Mauzun Bab Awal Tsulatsi Mujarod Umum

Kalimat di atas dalam lafadz: ‘ain fi’ilnya adalah huruf “Ro”. Carilah harokat dari huruf “Ro”. Bukankah sama persis dengan harokat huruf “Shod” di lafadz: ??

Sekarang Anda mengerti sedikit. Lantas ketika ditanya: Apa ciri-ciri bab awal Tsulatsi-Mujarrod? Anda pasti akan menjawab: ‘ain fi’l in fi’il madhi ditathath dan’ ain fi’il on fi ‘il mudhori’ menjadi pribumi

Perbedaan antara Muta’ad dan Biasa di Tasrifan sangat sederhana yaitu:

Muta’ad ada alat isim seperti lafadz: itulah yang dimaksud dengan alat isim yang mempunyai arti (alat penolong)
Biasanya tidak ada istilah alat seperti lafadz: yang berarti “alat akhir”

Tanda Kalimah Fi’il, yaitu Muta’addi, dibenarkan jika Anda mengaitkannya dengan dhamir “HA” selain yang terkait dengan Masdar. Ini adalah contoh “AMILA = to do”
Maka Nashobkan dengan Fi’il Muta’addin ini terhadap para Maf’ulnya, jika ia tidak menggantikan Fa’il (bukan Naibul Fa’il), seperti: “TADABBARTU ALKUTUBA = Saya belajar banyak buku”

Berikut contoh Fi’il Fa’il Maf’ul: Fi’il, Mabni dhomah fi mahali rof’in so fa’il dan lafadz: Ini maf’ul manshubun (dilafalkan huruf “BA” diucapkan fathah)

Muata’ad adalah Kalimah Fi’il yang dicapai Maf’ul tanpa perantara huruf Guci atau perantara huruf ta’diyah lainnya, contoh:

: Artinya menolong Zaid sudah ke Umar (Zaid sudah membantu Umar): Fi’il,: Fa’il,: Maf’ul.

Sedangkan Maf’ul Biasa tidak diserahkan begitu saja, kecuali mediator Hamzah, misalnya:

: Keluar Zaid (yang artinya Zaid keluar) Fi’il, Fa’il

Fi’il Biasa diiringi Hamzah, yang disebut dalam Tasrif: Tsulatsi Mazid Bab Awal Misal: Apakah Zaid akan mengeluarkan Rupiyah (Zaid mengeluarkan Rupiyah) Fi’iul, Fa’il, Maf’ul.

 

Ini adalah review dari Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab 1 (Umum). Cara berlatih, lihat contoh di Tashrif bab 1 Tsulatsi Mujarrod (muta’ad). Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu bagi para pemula. Terima kasih.

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-arab-ringkas/