Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2019

Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week 2019

Rizka Riani Putri

Sebuah capaian yang luar biasa bagi Rizka Riani Putri bisa tampil di salah satu pagelaran fashion terbesar dunia, Paris Fashion Week2019. Masih terbilang sangat muda di industri mode ternyata tak mengendurkan nyalinya untuk unjuk gigi, bersanding dengan desainer dunia lainnya.

Ya, Rizka menjadi salah satu desainer Indonesia yang menampilkan koleksi buatannya di Paris Fashion Week 2019. Rizka coba menceritakan bagaimana dirinya bisa terlibat dalam acara tersebut dan koleksi seperti apa yang dia bawa ke Paris, Prancis kala itu.

Pada Okezone

Rizka menjelaskan, dirinya tampil di Paris Fashion Week 2019 di hari ketiga pagelaran tersebut dihelat, tepatnya pada 25 September 2019. Bertempat di The Westin Paris, Rizka menampilkan 8 looks dari koleksinya yang bertajuk ‘Tatuka’.

Pengalaman luar biasa itu dimulai saat pihak sekolah fashionnya, Paris de la Mode, Tangerang, menghubungi dia untuk ikut andil dalam Paris Fashion Week 2019. Menurut Rizka, kesempatan itu adalah sesuatu yang sayang untuk dilewatkan, terlebih di momen itu dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk merilis brand-nya sendiri yang dinamakan ‘Rashika’.

“Jadi, kemarin itu aku baru aja wisuda Juli 2019. Aku dihubungi Fashion Division Paris de la Mode buat show di Paris Fashion Week 2019 dan pas banget di momen itu aku nunggu event yang tepat untuk launching brand pertama aku,” katanya pada Okezone di Paris de la Mode Fashion School, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (10/10/2019).

Di Paris Fashion Week 2019 kemarin

Rizka menjelaskan kalau dirinya membawa jati diri Minang sekaligus Indonesia dengan batiknya. Jadi, dengan DNA Minang di koleksi ini, Rizka ingin memberitahu pada dunia kalau perempuan bisa menjadi apapun yang dia mau tanpa ada batasan.

Terlebih, di tanah Minang itu perempuan memiliki kekuasana khusus. Dia mengatur keluarga dan dia juga yang menghendaki keluarga itu mau seperti apa. Cerita ini dia angkat dan respons-nya luar biasa.

Kemudian terkait dengan batik, Rizka menambahkan, karena sekarang ini desainer kebanyakan memberi perhatian pada sustainable fashion, dirinya pun ingin berkontribusi dengan membuat batik zero waste. Jadi, koleksinya itu dibuat dengan tanpa pewarna kimia. Semuanya eco-print batik dan dari bahan alami.

“Jadi, pewarna batiknya kita buat dari salah satunya adalah tanah liat. Ke depannya, aku lagi coba mengembangkan batik yang pewarnanya terbuat dari tebu. Ini juga bakal jadi identitas koleksi aku yang zero waste,” sambung Rizka.

Mengetahui hal tersebut, berdasar penuturan Rizka, banyak kemudian pencinta fashion di Paris yang tertarik untuk memiliki koleksi batiknya itu. Kebanyakan memang dari pihak Kedubes RI di Paris. “Bahkan, ada yang minta 50 pieces,” singkatnya.

Baca Juga :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *