10 Cara Budidaya Cabe Jawa Serta Pemeliharaan

10 Cara Budidaya Cabe Jawa Serta Pemeliharaan

Table of Contents

Cara menanam cabai jawa

10 Cara Budidaya Cabe Jawa Serta Pemeliharaan

Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl)

Cara Menanam Cabai Jawa: Perawatan, Bibit, Manfaat dan Panen – Cabai jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang masih berkerabat dekat dengan lada dan kubeb, termasuk suku Sirihan Sirihan atau Piperaceae. Klasifikasi ilmiah cabai jawa adalah sebagai berikut:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Pesanan: Piperaleas
Keluarga: Piperacea
Genus: Piper
Spesies: P. retrofractum
Nama binomial: Piper retrofractum Vahl

cara menanam cabai jepang

Cabai jawa atau herba cabai ini merupakan tanaman penghasil rempah-rempah dan fitofarmaka yang penting, baik dalam hal pemenuhan kebutuhan rempah-rempah dan obat-obatan tradisional bagi masyarakat maupun untuk industri makanan, minuman, jamu dan obat-obatan. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menggunakan cabai jawa sebagai obat tradisional adalah sebagai berikut:
Aspek ikhtisar habitat tanaman, budidaya dan panen

Cabai jawa merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk Indonesia. Berbagai daerah membudidayakan tanaman ini dan menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda seperti Cabai Panjang, Cabai Panjang (Melayu), Cabai Jawa (Sunda), Cabai Jamu (Jawa), Cabai Jhamo, Cabai Solah (Madura), Cabia, Cabai (Sulawesi). Dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama lada panjang jawa.

Bentuk tanamannya seperti sirih, merambat, memanjat, melilit dan merayap. Daunnya bulat telur sampai lonjong, pangkal daun berbentuk hati atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik kelenjar. Buahnya berbiji majemuk, bentuknya elips atau silindris dan puncaknya mengerucut. Buah mentah berwarna abu-abu, lalu hijau, lalu kuning, merah dan lunak. Rasanya pedas dan pedas, aromatik.

Batang cabai jawa beruas-ruas, berkayu, dan tumbuh memanjat dengan akar yang menempel pada buku batang orthotropic. Akarnya bercabang rapat dan juga dapat menempel sangat kuat pada dinding beton atau batu. Cabang-cabang orthotropic memiliki lebar 6-8 cm dan berbintik-bintik kasar ketika dewasa. Cabang plagotropik tumbuh menyamping, ruas-ruasnya lebih pendek antara 4-7 cm dan merupakan cabang yang berbuah. Cabang dapat tumbuh dari pangkal batang utama, yang tumbuh di sepanjang tanah membentuk cabang tanah (sulur cacing).

Cabang ini beradaptasi dengan tanah, memiliki akar adventif di setiap buku, daun dan batang lebih kecil dari cabang biasa. Jika mereka menemukan tempat untuk didaki, cabang-cabang ini secara bertahap akan kembali ke cabang ortotropik normal dan membentuk pohon baru. Pukulan dari biji tumbuh sebagai sulur cacing yang merayap di tanah sampai menemukan sulur dan tumbuh membentuk cabang yang berbuah. Varietas cabai jawa yang beradaptasi dengan habitat batu besar untuk perbanyakan memiliki akar yang lebih lekat.

Haryudin dan Rostiana (2009) melaporkan bahwa terdapat variasi bentuk buah yaitu kerucut, bulat, berserabut dan silinder dengan ukuran yang berbeda. Karakteristik daun juga sangat bervariasi pada panjang daun, lebar daun, ketebalan daun, panjang tangkai daun, dan jumlah daun per cabang, tetapi yang paling mudah dibedakan adalah bentuk daun lanset atau bulat, dengan ukuran bervariasi dari kecil hingga besar.

Tanaman asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat taman dan juga tumbuh di hutan sekunder dataran rendah (sampai 600 m di atas permukaan laut). Jamu paprika dapat tumbuh pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan tahunan rata-rata 1.259-2.500 mm. Tanah berpasir, lempung, dengan struktur tanah gembur dan drainase yang baik merupakan tanah yang cocok untuk menanam herba cabai. Tanaman ini memiliki keunggulan karena dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Adanya dinding batu pada bendungan rawa dapat dimanfaatkan sebagai media perbanyakan tanaman cabai secara alami. Di pekarangan pantai, tanaman ini tidak tumbuh dengan baik, cabang dan daunnya rontok, buahnya jarang, yang mungkin karena salinitas tanah yang tinggi.

Sumber :

Palembang.aliciaflorist.com